Welcome to my blog :)

rss

Kamis, 15 April 2010

Jika saya teman Gayus...

Gayus, siapa yang tidak kenal dengannya?
Hampir seluruh masyarakat Indonesia saat ini sedang ramai memperbincangkan mengenai sosok yang satu ini. Seorang pegawai pajak yang memiliki uang simpanan 25 miliar rupiah. Jika dalam kehidupan normal mungkinkah seorang pegawai negeri golongan III A berusia 30-an memiliki uang sebanyak itu? Dengan gajinya sebagai pegawai negeri sekitar 12 juta rupiah yang sudah termasuk tunjangan tentu saja tidak mungkin.
Lalu darimana uang tersebut berasal? Mungkinkah itu uang pajak rakyat atau suap para pengemplang pajak agar hanya bayar pajak dalam jumlah kecil. Entahlah..
Yang jelas apa yang Gayus lakukan sudah mencoreng nama instansi perpajakan. Selain itu juga membuat reaksi dari masyarakat untuk berhenti membayar pajak.

Apa yang akan saya lakukan jika saya menjadi teman Gayus? Saya tentu tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Uang yang diperolehnya dapat disebut sebagai uang haram. Sehingga tentu tidak akan membawa kebaikan bagi siapa saja yang menggunakannya dan juga tidak akan mendatangkan keberkahan.
Saya akan menasehatinya agar tidak melakukan hal tersebut dan selalu mencoba mengingatkan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Tetapi jika dia masih tetap melakukan tanpa menggubris nasehat saya maka tidak ada hal lain yang dapat saya lakukan kecuali mendoakannya semoga segera diberi petunjuk oleh Tuhan dan segera bertobat.

Selasa, 13 April 2010

Proposisi

Jenis – jenis proposisi



Menurut jenisnya proposisi dibagi ke dalam empat aspek yaitu berdasarkan bentuk, berdasarkan sifat, berdasarkan kualitas dan berdasarkan kuantitas. Berikut adalah penjelasannya.

1. Berdasarkan bentuk
Proposisi berdasarkan bentuk dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Tunggal
Proposisi tunggal adalah proposisi yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Contoh kalimat :
Semua makhluk hidup membutuhkan air.
Semua siswa harus rajin membaca.

b. Proposisi Majemuk
Proposisi majemuk adalah yang terdiri dari satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contoh kalimat :
Semua siswa harus rajin membaca dan menulis.
Semua anak harus berbakti dan sayang orang tua.

2. Berdasarkan sifat
Proposisi berdasarkan sifat dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Kategorial
Proposisi kategorial adalah proposisi yang hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat apapun,
Contoh kalimat :
Semua ayam adalah unggas
Semua ibu adalah perempuan.

b. Proposisi Kondisional
Proposisi kondisional adalah proposisi yang hubungan subjek dan predikat memerlukan syarat tertentu.
Contoh kalimat :
Seandainya saya seorang guru saya akan mengajar dengan baik.
Jika sumber daya yang ada Indonesia dikelola dengan baik maka kehidupan rakyat Indonesia akan menjadi lebih baik.

Proposisi kondisional dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Kondisional Hipotesis
Yaitu proposisi yang memiliki syarat, penyebab dan akibat.
Contoh kalimat :
Jika tubuh terlalu gemuk maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit.

b. Proposisi Kondisional Disjungtif
Yaitu proposisi yang mengandung dua pilihan alternatif.
Contoh kalimat :
Titi Kamal itu pemain sinetron atau penyanyi.
Abu Rizal Bakrie itu menteri atau pengusaha.

3. Berdasarkan Kualitas
Proposisi berdasarkan kualitas dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Positif
Proposisi positif adalah proposisi dimana ada persesuaian antara subjek dan predikat.
Contoh kalimat :
Semua mahasiswa pandai mendapatkan beasiswa.

b. Proposisi Negatif
Proposisi negatif adalah proposisi dimana tidak ada kesesuaian antara subjek dan predikat.
Contoh kalimat :
Semua jerapah bukanlah kangguru.

4. Berdasarkan Kuantitas
Proposisi berdasarkan kuantitas dibagi menjadi dua yaitu :
a. Proposisi Umum
Contoh kalimat:
Semua mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KRS.
Semua pemilik kendaraan memiliki STNK.

b. Proposisi Khusus
Contoh kalimat :
Sebagian mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki mobil.
Sebagian dosen Universitas Gunadarma berjilbab.

Minggu, 04 April 2010

Hubungan Subjek dan Predikat

Pernyataan (statement) dalam logika dilihat dari segi bentuk hubungan makna yang dikandungnya, dapat disamakan dengan proposisi. Jenis proposisi yang nantinya akan terlihat hubungan subjek dan predikatnya adalah proposisi kategorik. Secara sederhana, proposisi kategorik dibedakan atas empat macam, yaitu: proposisi universal afirmatif, proposisi universal negatif, proposisi universal partikular afirmatif, dan proposisi universal partikular negatif.

1. Proposisi universal afirmatif
Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan berikut ini : “Semua S adalah P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :



Contoh kalimat :
Semua hewan adalah makhluk hidup
Semua ibu adalah perempuan

2. Proposisi universal negatif
Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Semua S bukan P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :



Contoh kalimat :
Semua manusia adalah bukan robot
Semua tumbuhan adalah bukan kendaraan

3. Proposisi Universal Partikular Afirmatif
Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S adalah P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :



Contoh kalimat :
Sebagian kendaraan bermotor adalah beroda dua.
Sebagian mahasiswa Gunadarma adalah laki – laki.

4. . Proposisi Universal Partikular Negatif
Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S bukan P” , bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :



Contoh kalimat :
Sebagian perempuan adalah bukan bidan.
Sebagian kendaraan bermotor adalah bukan mobil.

http://massofa.wordpress.com/2008/01/31/proposisi-kategorik-penyimpulan-langsung-dan-silogisme-kategorik/

Sabtu, 03 April 2010

Menjalani Hidup pada Setiap Usia

Dari lebih tiga miliar sel tubuh, terdapat 210 jenis sel. Masing – masing jenis sel memiliki sifat dan tabiatnya sendiri. Namun, ada satu sifat sel yang sama yaitu semua membutuhkan makanan yang sama, yakni zat gizi dari menu harian kita dan oksigen.

Proses penuaan sel tidak pada dirinya melanikan akibat lingkungan yang jelek ( Alexis Carel ). Lingkungan yang jelek dapat berasal dari polusi, menu yang buruk dan udara yang kurang berkualitas.

Maka, agar sehat seluruh sel perlu mendapat kecukupan mekanan setiap hari. Semakin lengkap zat – zat makanan yang sel terima, semakin bugar kehidupan sel.

Sel yang bugar menentukan kebugaran tubuh, dan umur yang akan lebih terentang.
Oksigen diperoleh sel tubuh dari udara pernapasan. Agar sel kecukupan oksigen, maka diperlukan pernapasan yang lancar dan kualitas udara yang kandungan oksigennya masih tebal.

Oleh karena itu, rata – rata udara sekarang selain serba terpolusi, muatan oksigennya pun sudah tipis. Hanya dengan kebiasaan bernapas seadanya sebagaimana kita kerjakan, maka tanpa kita sadari pasokan oksigen bagi sel tubuh juga kemungkinan tidak optimal. Sel akan terancam kekurangan asupan oksigen. Akan sama jadinya akibat sel kekurangan zat gizi, kekurangan asupan oksigen menjadikan sel lekas layu dan tidak optimal fungsinya.

Sel otak amat rentan terhadap kekurangan asupan oksigen. Tiap jam sel – sel otak mengalami kerusakan, dan sebagian gugur. Semakin banyak jumlah sel otak yang gugur, semakin lekas layu dan menurun fungsi otak ( atrophy ) kita. Itulah yang menjadikan kita lekas pikun.

Dengan berupaya melakukan “olah napas” ( menghela napas sepanjang mungkin, kemudian menahan selama kita bisa, lalu melespakannya perlahan – lahan, dilakukan selama 20 – 30 menit setiap hari ) menjadi pilihan sederhana untuk mengatasi resiko kekurangan asupan oksigen bagi sel tubuh, selain itu kita pun harus memilih menu harian yang serba lengkap, memadai porsinya, dan sumber bahan makanannya dipilih dari sumber yang serba segar pula.

Sumber : Buku “Sehat Itu Murah” oleh Dr.Handrawan Nadesul ( dengan sedikit perubahan).

Ikan Mencari Air


Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang – bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air. Ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting bagi kehidupan ini.

Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya. “Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati. “

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman. Kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, “Dimanakah air ?”
Jawab ikan sepuh ,”Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar tanpa air kita akan mati.”

Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk bahagia dapat kita tentukan.
Permasalahannya adalah kita sering kali mencari keluar diri untuk menemukannya..


Sumber inspirasi : Buku “Mengasah Hati” oleh Zaim Saidi

Mari Mengenal Anak Autis

Autis.. sebagian dari kita mungkin selama ini menganggap autis adalah penyakit. Tetapi apa sebenarnya autis itu ?

Seorang anak autis adalah anak yang mengalami gangguan dalam perkembangannya. Autis bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan suatu kondisi.

Selama ini banyak pemikiran negatif mengenai autis berkembang di masyarakat. Ada yang menganggap bahwa autis adalah disebabkan oleh santet, ada juga yang mengatakan autis adalah penyakit orang kaya , autis sama dengan orang gila bahkan ada yang mengatakan bahwa autis menular.

Gejala anak yang mengalami autis biasanya terlihat sebelum anak mencapai usia tiga tahun. Oleh karena itu lakukan indikasi dini jika sudah mulai terlihat kelainan pada anak yang mengarah pada autis. Apakah anak sulit menatap mata lawan bicara? Memiliki rasa tertarik pada dunia lain? Jika ia kemungkinan anak tersebut mengidap autis. Maka segeralah bertindak.

Sedikitnya ada beberapa kriteria autisme yang dapat diperhatikan. Anak autis mengalami gangguan dalam interaksi sosial, melalui komunikasi non verbal, seperti kontak mata, ekspresi muka, dan gerak – gerik tubuh. Anak pun tidak mampu berinteraksi social dalam kelompok selayaknya anak seusianya. Mereka juga tidak mampu memberikan reaksi secara sosial dan emosional atas apa yang terjadi, misalnya tidak membalas saat dipeluk. Anak autis pun mengalami keterlambatan atau ketidakmampuan bicara, bahasa yang digunakan cenderung berulang – ulang, kaku, khas dan agak aneh. Mereka yang menderita autis sering melakukan kegiatan, bertingkah laku dan merasa tertarik pada sesuatu yang berulang – ulang serta terbatas.

Mendidik Anak Autis
Berikut adalah beberapa tips sederhana dari Dra Dyah Puspita MSi untuk mendidik anak agar anak autis menjadi pribadi mandiri :
1.Beri kesempatan dalam segala hal ( fasilitas, pendidikan, waktu luang, dll ).
2.Ajari beberapa hal yang dapat dilakukan anak seusianya.
3.Terapkan aturan yang berlaku di masyarakat. Anak harus tertib dan patuh.
4.Tidak boleh menganggap anak tidak paham hanya karena anak belum lancar komunikasi.
5.Berusaha mengenali kondisi anak, baik kelebihan maupun kekurangan. Selalu berusaha bersikap sesuai kondisi anak, dan memahami kesulitan.
6.Selalu ingat bahwa pendidikan adalah proses yang perlu waktu sehingga anak harus selalu diberi kesempatan.

Dengan pola pendidikan yang tepat sesuai kebutuhan, anak autis bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bahkan berprestasi. Beberapa kelebihan yang mungkin dimiliki anak dengan kebutuhan khusus ini, antara lain :
Rapi
Artistik
Penuh dengan vitalitas
Jujur
Kreatif
Berbakat dalam bidang matematika, music, melukis, fotografi
Memiliki daya ingat yang kuat untuk hal – hal tertentu
Dapat diandalkan
Tidak menghakimi
Sungguh – sungguh dalam mengerjakan sesuatu yang disukainya
Memiliki rasa humor yang menarik

Sumber inspirasi : Harian “:Seputar Indonesia” , jum’at 2 April 2010

Penalaran...

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Kedua penalaran tersebut di atas (penalaran deduktif dan induktif), seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori (Heru Nugroho; 2001: 69-70)

Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.

Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Sumber :
http://ssantoso.blogspot.com/2008/08/penalaran-induktif-dan-deduktif-materi.html
http://id.wikipedia.org