Welcome to my blog :)

rss

Senin, 14 Juni 2010

Saat cinta menyapa


Saat cinta menyapa izinkanku untuk dapat meniatkan cintaku pada-Nya
Agar makna dari cinta tidak menjadi sia- sia


Cinta adalah cerminan bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam cinta terkasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali kepada dirinya sendiri.
Itulah cinta yang didefinisikan oleh Imam Abu Dawud.

Cinta menjadi gambaran diri orang yang sedang jatuh cinta. Orang yang jatuh cinta sebenarnya jatuh hati pada kepribadian orang yang dicintainya. Ia mencintai karena ada kesamaan selera, watak antara dirinya dengan kekasihnya.
Sedangkan Ibnu Qayim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin mendefiniskan sekitar lima puluh buah nama cinta yang diantara kelima puluh nama itu terdapat al-Mahabbah ( cinta ), al-Hanin ( rindu dan kecenderungan hati ), asy-Syauq ( keinduan hati pada sang kekasih ) dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beda cinta dengan nafsu ?

Saat hati ini merasa jadi tak menentu, ada rasa baru yang sulit diungkapkan. Rasa yang terkadang dapat membuat suasana hati gembira, namun terkadang membuat hati sedih. Rasa yang dapat membuat seseorang tersenyum – senyum sendiri. Rasa yang dapat membuyarkan konsentrasi. Inikah yang disebut cinta? Mungkin saja..

Tetapi harus diingat bahwa setan selalu berada di sekeliling kita. Bukan tidak mungkin setan membungkus nafsu dalam balutan cinta. Karena setan adalah tukang rias paling cerdik yang dapat mengelabui manusia. Ditunjukannya jalan yang seolah – olah benar padahal salah, diberikannya kenikmatan padahal sebenarnya adalah siksa dan murka Allah.
Jangan kita biarkan setan menodai cinta dengan nafsu.

“Dan janganlah kamu sekali – sekali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” ( QS az-Zukhruf : 62 )

Cinta .. bermuara dari kebeningan dan sucinya hati sehingga mengantarkan kepada keridhaan Allah SWT. Sedangkan nafsu menurut asy-Sya’bi artinya menjerumuskan. Menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa sehingga menjauhkan hamba dari Rabbnya.

“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang – orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS Shad : 26)

Cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda yang tetap harus kita syukuri karena keduanya adalah anugerah dari Allah. Cinta dapat bernilai agung jika didasarkan kepada Allah tetapi dapat menjerumuskan jika didasari oleh hawa nafsu setan.
Nafsu pun dapat tidak selamanya buruk, terutama jika diarahkan berdasarkan aturan Sang Pencipta nafsu itu sendiri.

Dosakah bila ku jatuh cinta?

Jatuh cinta…
Disaat virus – virus merah jambu mulai datang menghampiri menyesakkan dada, kita harus pintar dalam mengelola persaan, menjaga diri dan menjaga hari dari godaan setan. Setan tidak akan tinggal diam untuk terus merayu dan memanas-manasi insan yang sedang jatuh cinta.

Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi, setiap manusia pasti pernah merasakan terpesona, tertarik pada lawan jenis. Tidak ada yang dapat menghalangi untuk dapat mencintai seseorang. Karena terkadang rasa cinta itu muncul dan tanpa disadari sudah masuk di relung hati.

Lalu dosakah bila ku jatuh cinta?
Selama itu tidak menyalahi syariat, maka kita tidak perlu khawatir. Ketertarikan pada lawan jenis adalah fitrah kita sebagai manusia yang haruis disyukuri. Dalam tuntunan agama pun kita tidak dilarang jatuh cinta.
Adapun cinta yang dapat menyebabkan seorang manusia berdosa adalah mereka yang telah dibutakan hatinya oleh cinta. Cinta yang sudah terkontaminasi nafsu setan…

Saat mencintai lawan jenis haruslah berada dalam posisi yang tepat, yakni sesuai ketentuan Allah dan sunnah Rasul-Nya. Jika memang sudah siap dan hati telah mantap maka segeralah menikah.
Menikah.. Hal yang dapat membuat cinta menjadi berpahala.

sumber inspirasi : Buku "Agar jatuh cinta tak jadi bencana" oleh Jauhar al-Zanki. Penerbit Pro-U Media

0 komentar: