Aku berpikir
Terus berpikir
Menatap selembar kertas putih
Apa yang harus aku goreskan
Berhenti di satu titik
Seakan terdapat tembok besar menghalangi
Mencoba berimajinasi
Tetapi tembok besar dalam pikiranku terus menghalangi
Kini ku tak dapat berpikir
Buntu
Berharap tembok besar itu segera lenyap
Tapi tembok besar itu tetap berdiri kokoh
Enggan lenyap dari pikiranku
Aku mulai merasa tak ada jalan
Tak ada inspirasi
Dan akhirnya kertas putih itu tetap putih
Tak tergores
Senin, 21 Desember 2009
Satu kisah tentang ibu
Surga di telapak kaki ibu..
Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah..
Mungkin itu adalah kata – kata yang sudah sering kita dengar dan ucapkan. Hanya didengar dan diucap tanpa memaknai lebih dalam..
Ibu, bunda, mama,umi, mami, emak atau apapun panggilannya adalah orang yang sangat istimewa..
Seorang perempuan yang bertaruh nyawa untuk dapat melahirkan kita ke dunia ini. Sosok peremuan yang sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa rupa anak yang dilahirkannya, cantik atau tampankah ia?
Saat baru lahir tentu belum ada hal yang dapat kita lakukan sendiri, kita hanya dapat menangis.. Ibu lah yang selalu siap siaga menjaga kita. Pagi, siang, sore, malam seperti tak ada lelah ibu selalu memberikan apa yang kita butuhkan.. Ibu, selalu rela berkorban agar anaknya bahagia..
Ibu..
Sosok yang begitu istimewa sehingga manusia di dunia sepakat menetapkan satu hari sebagai hari ibu. Ya.. Begitu istimewanya sosok ibu..
Jika kita sudah tahu begitu istimewanya sosok ibu, lalu apakah kita sudah berusaha untuk selalu menyenangkan hati ibu kita? Renungkanlah…
Saat kita sakit ibu tidak pernah pergi dari sisi kita, namun saat ibu kita yang sakit apakah kita melakukan hal yang sama? Mungkin sebagian anakn melakukannya, tetapi sebagian yang lain? Mereka lebih memilih untuk larut dalam urusannya masing – masing.
Saat di suatu pertemuan seorang ibu disuguhi makanan enak, si Ibu lebih memilih untuk membawa pulang makanan tersebut agar dapat dimakan oleh anak – anaknya.. Namun saat si Anak yang mendapatkan makan enak apakah akan melakukan hal yang sama? Belum tentu..
Saat pergi bersama teman – teman, ibu menelepon untuk menanyakan keadaan kita, mungkin kita lebih memilih untuk menutup telepon atau menjawabnya tetapi dengan bahasa yang kurang sopan. Merasa malu jika ditelepon oleh ibu, takut dianggap sebagai anak mami. Padahal ibu kita melakukan hal tersebut karena khawatir atau mungkin rindu pada anak yang sangat disayanginya..
Saat hendak pergi ke tempat yang jauh, ibu tidak mengizinkan kita untuk pergi, dan kita menganggap bahwa ibu tidak pengertian kepada kita. Tapi sebenarnya itu adalah bukti bahwa ibu sangat saying pada kita sehingga begitu besar rasa khawtirnya saat kita hendak pergi jauh..
Jikapun ibu kita member izin untuk pergi,biasanya disertai dengan nasehat – nasehat yang mungkin bagi kita hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Tapi cobalah berfikir bahwa sebenarnya semua nasehat itu untuk kebaikan kita..
Hal diatas hanya sebagian kisah dari begitu banyak kisah yang menggambarkan rasa sayang ibu terhadap anaknya
Untuk itu mulai sekarang berusahalah untuk dapat membanggakan ibu kita dan berusaha membuat ibu selalu tersenyum bahagia..
Waktu tidak akan terulang, karena itu lakukan yang terbaik untuk ibu selama kesempatan itu masih ada..
Ibu kau akan selalu dihatiku..
Kau adalah ratu dihatiku…
Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah..
Mungkin itu adalah kata – kata yang sudah sering kita dengar dan ucapkan. Hanya didengar dan diucap tanpa memaknai lebih dalam..
Ibu, bunda, mama,umi, mami, emak atau apapun panggilannya adalah orang yang sangat istimewa..
Seorang perempuan yang bertaruh nyawa untuk dapat melahirkan kita ke dunia ini. Sosok peremuan yang sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa rupa anak yang dilahirkannya, cantik atau tampankah ia?
Saat baru lahir tentu belum ada hal yang dapat kita lakukan sendiri, kita hanya dapat menangis.. Ibu lah yang selalu siap siaga menjaga kita. Pagi, siang, sore, malam seperti tak ada lelah ibu selalu memberikan apa yang kita butuhkan.. Ibu, selalu rela berkorban agar anaknya bahagia..
Ibu..
Sosok yang begitu istimewa sehingga manusia di dunia sepakat menetapkan satu hari sebagai hari ibu. Ya.. Begitu istimewanya sosok ibu..
Jika kita sudah tahu begitu istimewanya sosok ibu, lalu apakah kita sudah berusaha untuk selalu menyenangkan hati ibu kita? Renungkanlah…
Saat kita sakit ibu tidak pernah pergi dari sisi kita, namun saat ibu kita yang sakit apakah kita melakukan hal yang sama? Mungkin sebagian anakn melakukannya, tetapi sebagian yang lain? Mereka lebih memilih untuk larut dalam urusannya masing – masing.
Saat di suatu pertemuan seorang ibu disuguhi makanan enak, si Ibu lebih memilih untuk membawa pulang makanan tersebut agar dapat dimakan oleh anak – anaknya.. Namun saat si Anak yang mendapatkan makan enak apakah akan melakukan hal yang sama? Belum tentu..
Saat pergi bersama teman – teman, ibu menelepon untuk menanyakan keadaan kita, mungkin kita lebih memilih untuk menutup telepon atau menjawabnya tetapi dengan bahasa yang kurang sopan. Merasa malu jika ditelepon oleh ibu, takut dianggap sebagai anak mami. Padahal ibu kita melakukan hal tersebut karena khawatir atau mungkin rindu pada anak yang sangat disayanginya..
Saat hendak pergi ke tempat yang jauh, ibu tidak mengizinkan kita untuk pergi, dan kita menganggap bahwa ibu tidak pengertian kepada kita. Tapi sebenarnya itu adalah bukti bahwa ibu sangat saying pada kita sehingga begitu besar rasa khawtirnya saat kita hendak pergi jauh..
Jikapun ibu kita member izin untuk pergi,biasanya disertai dengan nasehat – nasehat yang mungkin bagi kita hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Tapi cobalah berfikir bahwa sebenarnya semua nasehat itu untuk kebaikan kita..
Hal diatas hanya sebagian kisah dari begitu banyak kisah yang menggambarkan rasa sayang ibu terhadap anaknya
Untuk itu mulai sekarang berusahalah untuk dapat membanggakan ibu kita dan berusaha membuat ibu selalu tersenyum bahagia..
Waktu tidak akan terulang, karena itu lakukan yang terbaik untuk ibu selama kesempatan itu masih ada..
Ibu kau akan selalu dihatiku..
Kau adalah ratu dihatiku…
Tuhan maha adil
Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah..
Ya.. mungkin kata-kata diatas hanyalah sepenggal lirik lagu,
tapi jika dihayati lebih dalam mungkin sepenggal lirik tersebut akan memotivasi kita dan membuat kita menjadi manusia yang lebih bersyukur.
Saya dan jutaan orang lainnya sudah sepantasnya bersyukur karena lahir tanpa kurang satu apapun dan menjalani kehidupan yang normal.
Tapi tidak sedikit orang yang terlahir dalam keadaan tidak sempurna. Namun terkadang orang - orang seperti merekalah yang lebih bersyukur dan menikmati hidup dibanding kita.
Manusia memang tidak ada yang sempurna, manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Mungkin secara fisik kita terlihat sempurna, tetapi tentu ada hal yang "cacat" dalam diri kita. Sedangkan mereka yang lahir tidak sempurna tentu memiliki kelebihan yang mungkin bagi kita sulit untuk dilakukan.
Berikut sepenggal kisah pengalaman pribadi yang berhubungan dengan tulisan diatas..
Ini adalah kisah mengenai empat tuna netra..
Hari itu sekitar beberapa bulan yang lalu seperti biasa saya naik angkutan umum (angkot) untuk menuju ke kampus. Saat saya memberhentikan angkot dan masuk ke dalamnya ternyata di dalam angkot tersebut sudah terdapat empat orang tuna netra yang sedang berbincang - bincang. Sepanjang perjalanan mereka terus berbincang.
Sempat terbersit pertanyaan dalam benak saya, mereka hendak turun dimana? Bagaimana cara mereka tahu jika mereka sudah sampai di tujuan?
Tetapi kemudian saya berpikir, mungkin saat hendak naik angkot mereka sudah berpesan kepada supir angkot untuk diturunkan di tempat tujuan mereka. Ya, jawaban tersebut yang ada di pikiran saya saat itu..
Selang beberapa lama kemudian empat orang tuna netra tersebut terlihat menyiapkan ongkos. Saya merasa takjub, karena mereka dapat membedakan uang kertas. Padahal semua uang tersebut sudah salam kondisi lusuh dan bagi saya mungkin jika dalam keadaan mata tertutup akan sulit membedakan uang kertas tersebut.
Angkot pun terus melaju hingga kemudian angkot berbelok menuju pasar PAL. Tidak lama setelah angkot berbelok tiba - tiba orang tuna netra tersebut mengatakan "Bakso stop pak!"
Saat itu saya kembali terkejut karena yang sebelumnya saya berpikir mereka berpesan pada supir angkot ternyata tidak. Mereka dapat memprkirakan sendiri tempat mereka turun. Hebatnya lagi, mereka turun tepat di tempat yang dimaksud.
Jadi sepanjang perjalanan di angkot tadi walaupun mereka tidak berhenti berbincang ternyata mereka tetap konsentrasi sehingga dapat turun di tempat tujuan dengan tepat.
Sampai sekarang saya masih bertanya - tanya bagaimana mereka dapat melakukannya..?
Tetapi saya rasa pertanyaan tersebut bukanlah hal yang penting, karena Tuhan Maha Adil..
Tuhan memberikan kelebihan masing - masing terhadap hambanya..
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik..
Ya.. mungkin kata-kata diatas hanyalah sepenggal lirik lagu,
tapi jika dihayati lebih dalam mungkin sepenggal lirik tersebut akan memotivasi kita dan membuat kita menjadi manusia yang lebih bersyukur.
Saya dan jutaan orang lainnya sudah sepantasnya bersyukur karena lahir tanpa kurang satu apapun dan menjalani kehidupan yang normal.
Tapi tidak sedikit orang yang terlahir dalam keadaan tidak sempurna. Namun terkadang orang - orang seperti merekalah yang lebih bersyukur dan menikmati hidup dibanding kita.
Manusia memang tidak ada yang sempurna, manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing. Mungkin secara fisik kita terlihat sempurna, tetapi tentu ada hal yang "cacat" dalam diri kita. Sedangkan mereka yang lahir tidak sempurna tentu memiliki kelebihan yang mungkin bagi kita sulit untuk dilakukan.
Berikut sepenggal kisah pengalaman pribadi yang berhubungan dengan tulisan diatas..
Ini adalah kisah mengenai empat tuna netra..
Hari itu sekitar beberapa bulan yang lalu seperti biasa saya naik angkutan umum (angkot) untuk menuju ke kampus. Saat saya memberhentikan angkot dan masuk ke dalamnya ternyata di dalam angkot tersebut sudah terdapat empat orang tuna netra yang sedang berbincang - bincang. Sepanjang perjalanan mereka terus berbincang.
Sempat terbersit pertanyaan dalam benak saya, mereka hendak turun dimana? Bagaimana cara mereka tahu jika mereka sudah sampai di tujuan?
Tetapi kemudian saya berpikir, mungkin saat hendak naik angkot mereka sudah berpesan kepada supir angkot untuk diturunkan di tempat tujuan mereka. Ya, jawaban tersebut yang ada di pikiran saya saat itu..
Selang beberapa lama kemudian empat orang tuna netra tersebut terlihat menyiapkan ongkos. Saya merasa takjub, karena mereka dapat membedakan uang kertas. Padahal semua uang tersebut sudah salam kondisi lusuh dan bagi saya mungkin jika dalam keadaan mata tertutup akan sulit membedakan uang kertas tersebut.
Angkot pun terus melaju hingga kemudian angkot berbelok menuju pasar PAL. Tidak lama setelah angkot berbelok tiba - tiba orang tuna netra tersebut mengatakan "Bakso stop pak!"
Saat itu saya kembali terkejut karena yang sebelumnya saya berpikir mereka berpesan pada supir angkot ternyata tidak. Mereka dapat memprkirakan sendiri tempat mereka turun. Hebatnya lagi, mereka turun tepat di tempat yang dimaksud.
Jadi sepanjang perjalanan di angkot tadi walaupun mereka tidak berhenti berbincang ternyata mereka tetap konsentrasi sehingga dapat turun di tempat tujuan dengan tepat.
Sampai sekarang saya masih bertanya - tanya bagaimana mereka dapat melakukannya..?
Tetapi saya rasa pertanyaan tersebut bukanlah hal yang penting, karena Tuhan Maha Adil..
Tuhan memberikan kelebihan masing - masing terhadap hambanya..
Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik..
Senin, 12 Oktober 2009
Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
Ditinjau berdasarkan penutur, ragam suatu bahasa biasa disebut dengan dialek dan idiolek. Istilah dialek melingkupi suatu kelompok penutur, sedangkan idiolek merujuk pada ciri khas individu atau perseorangan. Istilah dialek bisa digunakan untuk ragam yang disebabkan karena wilayah (dialek regional), strata sosial (dialek sosial), dan kurun waktu (dialek temporal).
>>Dialek regional adalah variasi penggunaan bahasa dimana pemakaian suatu bahasa pada wilayah yang berbeda memiliki ciri khas yang berbeda. Bahasa yang digunakan masyarakat yang tinggal di Bandung dengan sebagian Cirebon adalah bahasa Sunda. Akan tetapi, meskipun bahasanya sama, tampak terasa perbedaannya, baik pada intonasi maupun kosakata tertentu. Variasi tersebut disebut dialek.
>>Dari sisi strata sosial, suatu bahasa ternyata memiliki keunikan tersendiri. Bahasa yang digunakan oleh para pedagang berbeda dengan bahasa para guru. Lain pula penggunaannya di kalangan Supir.
>>Dari sisi kurun waktu, akan terlihat perbedaan antara bahasa Indonesia yang digunakan sekitar tahun 40-an dengan bahasa Indonesia yang digunakan sekarang.
Sedangkan untuk istilah idiolek adalah istilah yang digunakan untuk menandai ragam suatu bahasa yang menjadi ciri khas seseorang. Sebagai contoh, Soeharto memiliki ciri khas dalam berbicara, demikian pula Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa perlu melihat orangnya, dari pola intonasi dan pilihan katanya, kita bisa menebak siapa orangnya. Tentu jika kita cukup mengenal tokoh - tokoh tersebut.
>>Dialek regional adalah variasi penggunaan bahasa dimana pemakaian suatu bahasa pada wilayah yang berbeda memiliki ciri khas yang berbeda. Bahasa yang digunakan masyarakat yang tinggal di Bandung dengan sebagian Cirebon adalah bahasa Sunda. Akan tetapi, meskipun bahasanya sama, tampak terasa perbedaannya, baik pada intonasi maupun kosakata tertentu. Variasi tersebut disebut dialek.
>>Dari sisi strata sosial, suatu bahasa ternyata memiliki keunikan tersendiri. Bahasa yang digunakan oleh para pedagang berbeda dengan bahasa para guru. Lain pula penggunaannya di kalangan Supir.
>>Dari sisi kurun waktu, akan terlihat perbedaan antara bahasa Indonesia yang digunakan sekitar tahun 40-an dengan bahasa Indonesia yang digunakan sekarang.
Sedangkan untuk istilah idiolek adalah istilah yang digunakan untuk menandai ragam suatu bahasa yang menjadi ciri khas seseorang. Sebagai contoh, Soeharto memiliki ciri khas dalam berbicara, demikian pula Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Tanpa perlu melihat orangnya, dari pola intonasi dan pilihan katanya, kita bisa menebak siapa orangnya. Tentu jika kita cukup mengenal tokoh - tokoh tersebut.
Tugas Bahasa Indonesia ( Ragam Bahasa )
Apa yang dimaksud dengan ragam bahasa ?
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Hal – hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa
Hal – hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa diantaranya :
>> Letak geografis yang berbeda
Letak geografis adalah salah satu hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa. Setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa daerah masing – masing yang menciptakan terbentuknya ragam bahasa.
>> Tingkat usia
Seseorang yang sudah dewasa dengan seseorang yang masih remaja tentu memiliki bahasa yang berbeda dalam berkomunikasi. Seseorang yang dewasa cenderung akan berbicara dengan ragam bahasa baku, sedangkan di kalangan remaja terbentuk suatu bahasa baru yang biasa disebut bahasa gaul.
>> Profesi
Diantara satu profesi dan yang lainnya tentu memiliki perbedaan dalam menggunakan suatu istilah. Misal seorang dokter akan banyak menggunakan istilah – istilah kedokteran saat berkomunikasi dengan sesama dokter, begitu juga seseorang yang bekerja di bidang IT akan banyak menggunakan kata- kata istilah komputer.
>> Tingkat pendidikan
Orang yang tamatan SMP dengan Orang yang Sarjana tentu akan berbeda dalam penggunaan bahasanya. Seseorang tamatan SMP biasa menggunakan bahasa yang sederhana dalam menjelaskan sesuatu, sedangkan seorang Sarjana akan menggunakan istilah – istilah yang berhubungan dengan hal yang dijelaskan.
Ilustrasi :
Contoh lain, misal di dalam sebuah reuni, dihadiri oleh para alumni yang berlatar belakang berbagai macam profesi seperti dokter, pengacara, psikolog dan lain - lain. Saat berbincang – bincang, maka diantara peserta reuni tersebut yang terdiri dari berbagai profesi akan menggunakan istilah – istilah yang berhubungan dengan profesi masing – masing.
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Hal – hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa
Hal – hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa diantaranya :
>> Letak geografis yang berbeda
Letak geografis adalah salah satu hal yang menyebabkan adanya ragam bahasa. Setiap daerah di Indonesia memiliki bahasa daerah masing – masing yang menciptakan terbentuknya ragam bahasa.
>> Tingkat usia
Seseorang yang sudah dewasa dengan seseorang yang masih remaja tentu memiliki bahasa yang berbeda dalam berkomunikasi. Seseorang yang dewasa cenderung akan berbicara dengan ragam bahasa baku, sedangkan di kalangan remaja terbentuk suatu bahasa baru yang biasa disebut bahasa gaul.
>> Profesi
Diantara satu profesi dan yang lainnya tentu memiliki perbedaan dalam menggunakan suatu istilah. Misal seorang dokter akan banyak menggunakan istilah – istilah kedokteran saat berkomunikasi dengan sesama dokter, begitu juga seseorang yang bekerja di bidang IT akan banyak menggunakan kata- kata istilah komputer.
>> Tingkat pendidikan
Orang yang tamatan SMP dengan Orang yang Sarjana tentu akan berbeda dalam penggunaan bahasanya. Seseorang tamatan SMP biasa menggunakan bahasa yang sederhana dalam menjelaskan sesuatu, sedangkan seorang Sarjana akan menggunakan istilah – istilah yang berhubungan dengan hal yang dijelaskan.
Ilustrasi :
Contoh lain, misal di dalam sebuah reuni, dihadiri oleh para alumni yang berlatar belakang berbagai macam profesi seperti dokter, pengacara, psikolog dan lain - lain. Saat berbincang – bincang, maka diantara peserta reuni tersebut yang terdiri dari berbagai profesi akan menggunakan istilah – istilah yang berhubungan dengan profesi masing – masing.
Minggu, 27 September 2009
Bahasa Indonesia, Bahasa Pemersatu Bangsa
Seperti kita ketahui, bahwa Negara Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdiri dari berbagai propinsi . Setiap propinsi tersebut memiliki beragam adat istiadat dan bahasa daerah masing – masing. Tentu akan sulit jika beberapa orang dari beberapa propinsi berkumpul dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah masing – masing. Komunikasi tersebut tidak akan berjalan lancar karena belum tentu masing – masing orang tersebut dapat mengerti bahasa daerah yang lain. Kesalahpahaman dalam berkomunikasi dapat menyebabkan terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan, seperti perkelahian dan sebagainya. Untuk itu diperlukan suatu bahasa yang dapat mempermudah komunikasi antara sesama bangsa Indonesia, dan menyatukan seluruh bangsa, bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. Pada saat ini, Bahasa Indonesia dipergunakan oleh hampir seluruh rakyat Indonesia. Awal penciptaan Bahasa Indonesia bermula dari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang berbunyi “Kita berbangsa satu Bangsa Indonesia, Kita berbahasa satu Bahasa Indonesia, Kita bertanah air satu Tanah air Indonesia”.
Dari bunyi sumpah pemuda tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia adalah sebagai pemersatu suku-suku bangsa di Republik Indonesia yang beraneka ragam. Setiap suku bangsa yang begitu menjunjung nilai adat dan bahasa daerahnya masing-masing disatukan dan disamakan derajatnya dalam sebuah bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, dan memandang akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, maka setiap suku bangsa di Indonesia bersedia menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia. Pada saat ini, Bahasa Indonesia dipergunakan oleh hampir seluruh rakyat Indonesia. Awal penciptaan Bahasa Indonesia bermula dari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang berbunyi “Kita berbangsa satu Bangsa Indonesia, Kita berbahasa satu Bahasa Indonesia, Kita bertanah air satu Tanah air Indonesia”.
Dari bunyi sumpah pemuda tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia adalah sebagai pemersatu suku-suku bangsa di Republik Indonesia yang beraneka ragam. Setiap suku bangsa yang begitu menjunjung nilai adat dan bahasa daerahnya masing-masing disatukan dan disamakan derajatnya dalam sebuah bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, dan memandang akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, maka setiap suku bangsa di Indonesia bersedia menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional.
Minggu, 09 Agustus 2009
Akhirnya..
Akhirnya.. setelah sekian lama tepatnya hampir setahun blog ini di buka lagi. Bukan karena malas, tapi.. karena saya lupa passwordnya, hehehe..
hmm.. mau bahas apa ya.. oiya sekarang tgl 9 Agustus berarti besok di kampus bakal ada acara PPSPPT, jadi ngerasa nambah tua deh, hihi..
ga kerasa udah dua tahun aja kuliah, udah banyak juga hal2 yang terjadi selama dua tahun ini. Mulai dari yang mengesankan sampai yang memalukan. Tapi saya senang karena selama dua tahun ini saya memiliki teman2 yang baik dan hebat, saya juga mulai menikmati kuliah di kampus Gunadarma tercinta..^^
hmm.. mau bahas apa ya.. oiya sekarang tgl 9 Agustus berarti besok di kampus bakal ada acara PPSPPT, jadi ngerasa nambah tua deh, hihi..
ga kerasa udah dua tahun aja kuliah, udah banyak juga hal2 yang terjadi selama dua tahun ini. Mulai dari yang mengesankan sampai yang memalukan. Tapi saya senang karena selama dua tahun ini saya memiliki teman2 yang baik dan hebat, saya juga mulai menikmati kuliah di kampus Gunadarma tercinta..^^
Langganan:
Postingan (Atom)

